Selamat Datang di aktifitas penelitian saya, segala sesuatu itu

Kamis, 17 April 2014

Buku Teknik Analisa Laporan Keuangan Syafrida Hani Penerbit In Media 2014




BAB I. PENDAHULUAN
AKTIVITAS PERUSAHAAN DAN LAPORAN KEUANGAN



Deskripsi :
Bagian ini dimulai dengan menguraikan sekilas tentang aktivitas perusahaan untuk memberikan gambaran mengenai perusahaan, dilanjutkan dengan memperkenalkan apa yang dimaksudkan dengan analisa laporan keuangan dan berbagai teknik yang dapat digunakan untuk menganalisa laporan keuangan. Pada bagian akhir diuraikan pula bentuk laporan keuangan, Fungsi dan peranan serta keterbatasan laporan keuangan.

Tujuan Pembelajaran :
1.       Mengidentifikasi Aktivitas perusahaan dalam kaitannya dengan Analisa laporan keuangan
2.       Mengidentifikasi latar belakang perlunya analisis laporan keuangan
3.       Memahami isi laporan keuangan dan mampu menguraikan fungsi dan peranan laporan keuangan berdasarkan kepentingan pemakai laporan keuangan

A.    Aktivitas Perusahaan
      Perusahaan tidak terlepas dari Lingkungan Perusahaan,Tujuan dan Strategi Perusahaan


1)      Lingkungan perusahaan mencakup :
a.      Lingkungan internal, yakni manajemen perusahaan, karyawan
b.      Lingkungan eksternal, terdiri dari lingkungan industri dan lingkungan makro  
Faktor-faktor dalam Industri akan mempengaruhi perusahaan dalam persaingan, teknologi, produk, pemasaran, dan lain-lain, sedangkan faktor-faktor dalam lingkungan makro akan menentukan perusahaan terkait dengan kondisi perekonomian, tingat GNP, inflasi, tingkat harga, tingkat bunga, dll.

2)      Tujuan merupakan sesuatu yang ingin dicapai, sedangkan strategi adalah cara untuk mencapai tujuan tersebut.
Secara umum tujuan perusahaan dapat dikelompokkan kepada tujuan ekonomis dan non ekonomis
Tujuan Ekonomis :
1.      Memperoleh keuntungan yang diharapkan.
Bahwa perusahaan yang didirikan adalah untuk mencapai keuntungan yang setinggi-tingginya melalui kemampuan mengelola asset dan sumber daya yang dimiliki.
2.      Memakmurkan kekayaan pemegang saham
Dalam pemisahan fungsi antara pengelola perusahaan (dalam hal ini manajemen) dengan pemilik modal atau pemegang saham, maka pihak manajemen perusahaan akan berupaya memberikan keyakinan kepada pemegang saham bahwa mereka akan mampu menjalankan perusahaan dengan baik. Pengelolaan manajemen yang baik akan memberikan keuntungan yang tinggi bagi pemegang saham dalam bentuk kemampuan pengembalian investasi dan deviden
     
       Tujuan Non Ekonomis :
1.      Nilai perusahaan (Corporate Value), perusahaan yang mampu bertahan adalah perusahaan yang memiliki nilai tambah selain dari kemampuan menghasilkan laba dan kinerja yang tinggi. Nilai perusahaan tercermin dari bagaimana perusahaan tersebut mampu memberikan kemanfaatan dan pengaruh positif bagi semua aspek. Sehingga keberadaannya sangat diharapkan akan memberikan kontribusi bagi kemakmuran bagi pihak-pihak yang berkepentingan langsung maupun tidak langsung.
2.      Keberlangsungan usaha (Going Concern) merupakan tujuan utama dalam mendirikan usaha, perusahaan diasumsikan akan hidup selamanya sehingga diperlukan pengelolaan manajemen yang baik dan kemampuan untuk menghadapi persaingan. Keberlangsungan usaha harus dipertahankan melalui  penyusunan rencana dan strategi yang tepat,  baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang untuk dapat mencapi tujuan tersebut.

Strategi untuk mencapai tujuan diklasifikasikan menjadi :
a.       Strategi diferensiasi, menekankan pada faktor non-harga sebagai alat persaingan yakni upaya yang dilakukan dengan cara membuat sesuatu yang berbeda. Apakah dalam bentuk diferensiasi keunikan produk, layanan, kualitas, pemasaran, segmen pasar dan lainnya yang tidak dimiliki oleh pesaing dan menjadi keunggulan perusahaan.
b.      Strategi Biaya rendah, agar terjadi efisiensi dan harga rendah sebagai alat persaingan. Strategi ini mengharuskan perusahaan untuk menyusun perencanaan yang baik dalam mengelola aktivitas operasi, berupa pemanfaatan sumber daya yang dimiliki maupun pemanfaatan asset secara optimal.
c.       Strategi Fokus, yakni pelayanan terhadap segmen-segmen tertentu untuk meraih kesempatan dan keunggulan bersaing. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin keunggulan dan keunikan yang dimiliki oleh perusahaan, fokus dapat diartikan dengan menyusun skala prioritas terhadap berbagai tindakan untuk memperoleh hasil yang maksimal. 

3)      Aktivitas Pendanaan
Aktivitas ini merupakan upaya perusahaan untuk mendapatkan uang agar dapat memenuhi kebutuhan untuk menjalankan rencana bisnisnya, seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji, teknologi, penelitian dan pengembangan, Perusahaan memperoleh pendanaan dari berbagai sumber internal dan eksternal antara lain investor ekuitas (pemilik/ pemegang saham), kreditur, supplier, karyawan dan pemerintah. 

4)      Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi perusahaan tercermin dalam aktiva perusahaan, investasi jangka pendek tercermin dalam aktiva lancar dan investasi jangka panjang dapat dilihat dalam aktiva tak lancar. Aktivitas yang dilakukan dapat berupa perolehan dan pemeliharaan investasi dengan tujuan menjual produk dan menyediakan jasa ataupun untuk tujuan menginvestasikan kelebihan kas. Struktur aktiva atau aset akan menentukan struktur hutang jangka panjang atau hutang jangka pendek. Perusahaan retailer (Dagang) umumnya mempunyai lebih banyak hutang jangka pendek dibandingkan dengan perusahaan Utilities (seperti PLN) yang asetnya mempunyai umur ekonomis yang panjang akan menggunakan lebih banyak hutang jangka panjang.

5)      Aktivitas Operasi
Merupakan pelaksanaan dari aktivitas pendanaan dan investasi, melalui aktivitas operasi perusahaan berusaha mencapai tujuan pokoknya, yakni meningkatkan kinerja profitabilitas, meningkatkan corporate value dan meningkatkan kemakmuran pemegang saham. Dalam aktivitas ini manajemen perusahaan mengatur bagaimana mengelola semua dana dan investasi asset yang dimiliki dalam agar efektif dan efisien dalam menghasilkan kinerja yang baik. Aktivitas ini juga akan melibatkan bagian penelitian, pengembangan, produksi, pemasaran dan administrasi untuk mencapai tujuan tersebut.

      Keseluruhan aktivitas perusahaan pendanaan, investasi dan operasi semuanya tercermin dalam laporan keuangan perusahaan. Sehingga bagi semua pihak yang berkentingan terhadap perusahaan akan dapat melihat bagaimana perkembangan dan kinerja perusahaan dari laporan keuangan yang disajikan pada setiap periode laporan. Penting bagi pengguna laporan untuk dapat membaca dan menganalisis isi laporan keuangan yang disajikan, karena kemampuan membaca dan menganalisis informasi yang disajikan akan memudahkan dalam proses pengambilan keputusan tepat. Laporan keuangan adalah informasi fundamental yang merupakan informasi utama yang bersumber dari perusahaan itu sendiri.    
     

B.     Analisa Laporan Keuangan

1.      Pengertian Analisa laporan Keuangan

Analisa laporan keuangan menurut Syofyan Syafri Harahap. berarti "Menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat
Munawir mengemukakan pengertian analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut: Mempelajari hubungan-hubungan di dalam suatu setiap laporan keuangan pada suatu saat tertentu dan kecenderungan-kecenderungan dari hubungan ini sepanjang waktu.

Dalam buku Financial Statement Analysis Jhon J.Wild, menguraikan ada 3 bentuk analisis laporan keuangan sehubungan dengan proses analis bisnis, yakni :
1.      Analisa Akuntansi, merupakan proses evaluasi untuk melihat sejauhmana akuntansi perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Meliputi analisis aktivitas pendanaan, aktivitas investasi dan aktivitas operasi ditinjau dari metode, prinsip dan kebijakan akuntansi yang diatur pedoman standar akuntansi yang berlaku 
2.      Analisa Keuangan, merupakan penggunaan laporan keuangan untuk menganalisa posisi  dan kinerja keuangan perusahaan dan untuk menilai kenerja keuangan masa depan. Meliputi analisa menggunakan rasio-rasio keuangan seperti analisa likuiditas, analisa profitabilitas, analisis sumber dan penggunaan dana, analisa resiko, leverage, dll. Dapat pula dilihat baik secara horizontal maupun vertikal.
3.      Analisa Prospektif, merupakan peramalan hasil dimasa depan, biasanya laba, arus kas atau keduanya.

2.      Sifat-sifat Analisa Laporan Keuangan
Analisa laporan keuangan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
1.      Fokus laporan keuangan adalah laporan laba dan rugi, neraca, arus kas, yang merupakan akumulasi transaksi dari kejadian historis, dan penyebab terjadinya
dalam suatu perusahaan.
2.      Prediksi, analis harus mengkaji implikasi kejadian yang sudah berlalu terhadap
dampak dan prospek perkembangan keuangan perusahaan dimasa yang akan
datang.
3.      Dasar analisa adalah laporan keuangan yang memiliki sifat dan prinsip tersendiri
sehingga hasil analisa sangat tergantung pada kualitas laporan ini. Penguasaan
pada sifat akuntansi, prinsip akuntansi sangat diperlukan dalam menganalisa
laporan keuangan.

3. Metode dan Teknik Analisa Laporan Keuangan
Dalam melakukan analisa laporan keuangan suatu perusahaan digunakan beberapa metode dan teknik analisa. Metode dan teknik tersebut merupakan alat untuk mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam laporan keuangan sehingga diketahui perubahan dari masing-masing pos tersebut. Ada dua metode analisa yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan keuangan yaitu:
1. Analisa Horisontal (dinamis), adalah analisa dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya.
2. Analisa Vertikal (stalls), yakni Perbandingan antara pos-pos yang diliputi periode saja sehingga akan diketahui keadaan keuangan pada saat itu saja.

Teknik analisa yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut:
a)      Analisa perbandingan laporan keuangan.
b)      Trend
c)       Laporan dengan persentase per komponen (common size statement)
d)     Analisa sumber dan penggunaan modal kerja
e)      Analisa sumber dan penggunaan kas
f)       Analisa rasio
g)      Analisa perubahan laba kotor
h)       Analisa Break-even

C.    Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah hasil akhir proses akuntansi. Setiap transaksi yang dapat diukur dengan nilai uang, dicatat dan diolah sedemikian rupa, disajikan dalam nilai uang.
Tujuan Laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:
a. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
b. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu.
c. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan tersebut disajikan kepada banyak pihak yang berkepentingan dengan eksistensi perusahaan, contohnya: Manajemen (untuk mengelola perusahaan), Kreditur (untuk menilai kemungkinan akibat dari pinjaman yang diberikan), Pemerintah (untuk perpajakan) dan pihak-pihak lainnya.

Fungsi dan Peranan
Bentuk Laporan Keuangan
PERANAN : sumber informasi keuangan yang handal

NERACA : inf. posisi aktiva, pasiva dan ekuitas
àaktivitas pendanaan dan penggunaan dana
FUNGSI :

Investor: menilai prospek Perusahaan  utk  keputusan  investasi,  terkait resiko dan hasil
kreditor  :kebijakan kredit  sbg  inf.apakah pinjaman dan bunga dapat dibayarkan tepat waktu

Karyawan  : negosiasi tenaga kerja termasuk stabilitas dan profitabilitas
a
Pemasok : kebijakan kredit dan kemampuan melunasi hutang saat jatuh tempo

Pemerintah :kebijakan pajak, statistic ,GNP
LAPORAN LABA RUGI : inf. Pendapatan, beban dan lab/ rugi dalam satu periode
àmengukur kinerja keuangan
LAPORAN EKUITAS : inf. Perubahan pos ekuitas
àidentifikasi alasan perubahan klaim shareholder atas aktiva perusahaan
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN  :
Penjelasan atas komponen dan perkiraan laporan
INFORMASI TAMBAHAN : Laporan manajemen, laporan auditor, infomasi biaya, dll.
Masyarakat : perkembangan kemakmuran perusahaan dan aktivitas perusahaan
ARUS KAS :  inf. aliran kas masuk atau keluar
à mengukur kemampuan memenuhi kewajibannya
Pelanggan  : informasi kelangsungan hidup berkaitan dengan perjanjian jangka panjang
a
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN

















Keterbatasan Laporan Keuangan
a)      Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara;
b)      Laporan keuangan menunjukan angka yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi dasar penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah;
c)      Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan;
d)     Laporan keuangan bersifat historis yang merupakan laporan kejadian-kejadian di masa lalu atau yang telah lewat;
e)      Laporan keuangan itu bersifat umum, dan bukan untuk memenuhi keperluan tiap-tiap pemakai;
f)       Laporan keuangan itu bersifat konservatif dalam sikapnya menghadapi ketidakpastian;
g)      Laporan keuangan lebih menekankan keadaan yang sebenarya dilihat dari sudut ekonomi daripada berpegang pada formilnya; dan
h)      Laporan keuangan menggunakan istilah-istilah tekhnis, sering terdapat istilah-istilah yang umum tetapi diberi pengertian yang khusus.






























ILUSTRASI :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar