BAB I. PENDAHULUAN
AKTIVITAS PERUSAHAAN DAN LAPORAN
KEUANGAN
Deskripsi :
Bagian ini dimulai dengan menguraikan
sekilas tentang aktivitas perusahaan untuk memberikan gambaran mengenai
perusahaan, dilanjutkan dengan memperkenalkan apa yang dimaksudkan dengan
analisa laporan keuangan dan berbagai teknik yang dapat digunakan untuk
menganalisa laporan keuangan. Pada bagian akhir diuraikan pula bentuk laporan
keuangan, Fungsi dan peranan serta keterbatasan laporan keuangan.
Tujuan Pembelajaran :
1.
Mengidentifikasi
Aktivitas perusahaan dalam kaitannya dengan Analisa laporan
keuangan
2. Mengidentifikasi latar belakang perlunya analisis laporan
keuangan
3.
Memahami
isi
laporan keuangan dan mampu menguraikan fungsi
dan peranan laporan keuangan berdasarkan kepentingan pemakai laporan keuangan
A.
Aktivitas Perusahaan
Perusahaan
tidak terlepas dari Lingkungan Perusahaan,Tujuan dan Strategi Perusahaan
1) Lingkungan perusahaan mencakup :
a. Lingkungan internal, yakni manajemen
perusahaan, karyawan
b.
Lingkungan
eksternal, terdiri dari lingkungan industri dan lingkungan makro
Faktor-faktor dalam Industri akan mempengaruhi perusahaan
dalam persaingan, teknologi, produk, pemasaran, dan lain-lain, sedangkan
faktor-faktor dalam lingkungan makro akan menentukan perusahaan terkait dengan
kondisi perekonomian, tingat GNP, inflasi, tingkat harga, tingkat bunga, dll.
2) Tujuan merupakan sesuatu yang ingin
dicapai, sedangkan strategi adalah cara untuk mencapai tujuan tersebut.
Secara umum tujuan perusahaan dapat
dikelompokkan kepada tujuan ekonomis dan non ekonomis
Tujuan Ekonomis :
1. Memperoleh keuntungan yang
diharapkan.
Bahwa
perusahaan yang didirikan adalah untuk mencapai keuntungan yang
setinggi-tingginya melalui kemampuan mengelola asset dan sumber daya yang
dimiliki.
2. Memakmurkan kekayaan pemegang saham
Dalam
pemisahan fungsi antara pengelola perusahaan (dalam hal ini manajemen) dengan
pemilik modal atau pemegang saham, maka pihak manajemen perusahaan akan
berupaya memberikan keyakinan kepada pemegang saham bahwa mereka akan mampu
menjalankan perusahaan dengan baik. Pengelolaan manajemen yang baik akan
memberikan keuntungan yang tinggi bagi pemegang saham dalam bentuk kemampuan
pengembalian investasi dan deviden
Tujuan Non Ekonomis :
1.
Nilai
perusahaan (Corporate Value), perusahaan
yang mampu bertahan adalah perusahaan yang memiliki nilai tambah selain dari
kemampuan menghasilkan laba dan kinerja yang tinggi. Nilai perusahaan tercermin
dari bagaimana perusahaan tersebut mampu memberikan kemanfaatan dan pengaruh
positif bagi semua aspek. Sehingga keberadaannya sangat diharapkan akan
memberikan kontribusi bagi kemakmuran bagi pihak-pihak yang berkepentingan
langsung maupun tidak langsung.
2. Keberlangsungan usaha (Going Concern) merupakan tujuan utama
dalam mendirikan usaha, perusahaan diasumsikan akan hidup selamanya sehingga
diperlukan pengelolaan manajemen yang baik dan kemampuan untuk menghadapi
persaingan. Keberlangsungan usaha harus dipertahankan melalui penyusunan rencana dan strategi yang
tepat, baik untuk jangka pendek maupun
jangka panjang untuk dapat mencapi tujuan tersebut.
Strategi untuk mencapai tujuan diklasifikasikan menjadi :
a. Strategi diferensiasi, menekankan
pada faktor non-harga sebagai alat persaingan yakni upaya yang dilakukan dengan
cara membuat sesuatu yang berbeda. Apakah dalam bentuk diferensiasi keunikan
produk, layanan, kualitas, pemasaran, segmen pasar dan lainnya yang tidak
dimiliki oleh pesaing dan menjadi keunggulan perusahaan.
b. Strategi Biaya rendah, agar terjadi
efisiensi dan harga rendah sebagai alat persaingan. Strategi ini mengharuskan
perusahaan untuk menyusun perencanaan yang baik dalam mengelola aktivitas
operasi, berupa pemanfaatan sumber daya yang dimiliki maupun pemanfaatan asset
secara optimal.
c. Strategi Fokus, yakni pelayanan
terhadap segmen-segmen tertentu untuk meraih kesempatan dan keunggulan bersaing.
Hal ini dimaksudkan untuk menjamin keunggulan dan keunikan yang dimiliki oleh
perusahaan, fokus dapat diartikan dengan menyusun skala prioritas terhadap
berbagai tindakan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
3) Aktivitas Pendanaan
Aktivitas
ini merupakan upaya perusahaan untuk mendapatkan uang agar dapat memenuhi
kebutuhan untuk menjalankan rencana bisnisnya, seperti pembelian bahan baku,
pembayaran gaji, teknologi, penelitian dan pengembangan, Perusahaan memperoleh
pendanaan dari berbagai sumber internal dan eksternal antara lain investor
ekuitas (pemilik/ pemegang saham), kreditur, supplier, karyawan dan
pemerintah.
4) Aktivitas Investasi
Aktivitas
investasi perusahaan tercermin dalam aktiva perusahaan, investasi jangka pendek
tercermin dalam aktiva lancar dan investasi jangka panjang dapat dilihat dalam
aktiva tak lancar. Aktivitas yang dilakukan dapat berupa perolehan dan
pemeliharaan investasi dengan tujuan menjual produk dan menyediakan jasa ataupun
untuk tujuan menginvestasikan kelebihan kas. Struktur aktiva atau aset akan
menentukan struktur hutang jangka panjang atau hutang jangka pendek. Perusahaan
retailer (Dagang) umumnya mempunyai
lebih banyak hutang jangka pendek dibandingkan dengan perusahaan Utilities (seperti PLN) yang asetnya
mempunyai umur ekonomis yang panjang akan menggunakan lebih banyak hutang
jangka panjang.
5) Aktivitas Operasi
Merupakan
pelaksanaan dari aktivitas pendanaan dan investasi, melalui aktivitas operasi
perusahaan berusaha mencapai tujuan pokoknya, yakni meningkatkan kinerja
profitabilitas, meningkatkan corporate
value dan meningkatkan kemakmuran pemegang saham. Dalam aktivitas ini manajemen
perusahaan mengatur bagaimana mengelola semua dana dan investasi asset yang
dimiliki dalam agar efektif dan efisien dalam menghasilkan kinerja yang baik.
Aktivitas ini juga akan melibatkan bagian penelitian, pengembangan, produksi,
pemasaran dan administrasi untuk mencapai tujuan tersebut.
Keseluruhan aktivitas perusahaan
pendanaan, investasi dan operasi semuanya tercermin dalam laporan keuangan
perusahaan. Sehingga bagi semua pihak yang berkentingan terhadap perusahaan
akan dapat melihat bagaimana perkembangan dan kinerja perusahaan dari laporan
keuangan yang disajikan pada setiap periode laporan. Penting bagi pengguna
laporan untuk dapat membaca dan menganalisis isi laporan keuangan yang
disajikan, karena kemampuan membaca dan menganalisis informasi yang disajikan
akan memudahkan dalam proses pengambilan keputusan tepat. Laporan keuangan
adalah informasi fundamental yang merupakan informasi utama yang bersumber dari
perusahaan itu sendiri.
B.
Analisa Laporan Keuangan
1. Pengertian Analisa laporan Keuangan
Analisa
laporan keuangan menurut Syofyan Syafri Harahap. berarti "Menguraikan
pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat
hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu
dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun non kuantitatif dengan
tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam
proses menghasilkan keputusan yang tepat
Munawir
mengemukakan pengertian analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut:
Mempelajari hubungan-hubungan di dalam suatu setiap laporan keuangan pada suatu
saat tertentu dan kecenderungan-kecenderungan dari hubungan ini sepanjang waktu.
Dalam buku Financial Statement
Analysis Jhon J.Wild, menguraikan ada 3 bentuk analisis laporan keuangan
sehubungan dengan proses analis bisnis, yakni :
1. Analisa Akuntansi, merupakan proses
evaluasi untuk melihat sejauhmana akuntansi perusahaan mencerminkan realitas
ekonomi. Meliputi analisis aktivitas pendanaan, aktivitas investasi dan
aktivitas operasi ditinjau dari metode, prinsip dan kebijakan akuntansi yang
diatur pedoman standar akuntansi yang berlaku
2. Analisa Keuangan, merupakan
penggunaan laporan keuangan untuk menganalisa posisi dan kinerja keuangan perusahaan dan untuk
menilai kenerja keuangan masa depan. Meliputi analisa menggunakan rasio-rasio
keuangan seperti analisa likuiditas, analisa profitabilitas, analisis sumber
dan penggunaan dana, analisa resiko, leverage, dll. Dapat pula dilihat baik
secara horizontal maupun vertikal.
3. Analisa Prospektif, merupakan peramalan
hasil dimasa depan, biasanya laba, arus kas atau keduanya.
2. Sifat-sifat Analisa Laporan Keuangan
Analisa laporan keuangan mempunyai
sifat-sifat sebagai berikut:
1. Fokus laporan keuangan adalah
laporan laba dan rugi, neraca, arus kas, yang merupakan akumulasi transaksi
dari kejadian historis, dan penyebab terjadinya
dalam suatu perusahaan.
dalam suatu perusahaan.
2. Prediksi, analis harus mengkaji
implikasi kejadian yang sudah berlalu terhadap
dampak dan prospek perkembangan keuangan perusahaan dimasa yang akan
datang.
dampak dan prospek perkembangan keuangan perusahaan dimasa yang akan
datang.
3. Dasar analisa adalah laporan
keuangan yang memiliki sifat dan prinsip tersendiri
sehingga hasil analisa sangat tergantung pada kualitas laporan ini. Penguasaan
pada sifat akuntansi, prinsip akuntansi sangat diperlukan dalam menganalisa
laporan keuangan.
sehingga hasil analisa sangat tergantung pada kualitas laporan ini. Penguasaan
pada sifat akuntansi, prinsip akuntansi sangat diperlukan dalam menganalisa
laporan keuangan.
3. Metode dan Teknik Analisa Laporan
Keuangan
Dalam melakukan analisa laporan keuangan suatu perusahaan
digunakan beberapa metode dan teknik analisa. Metode dan teknik tersebut
merupakan alat untuk mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam laporan
keuangan sehingga diketahui perubahan dari masing-masing pos tersebut. Ada dua
metode analisa yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan keuangan yaitu:
1. Analisa Horisontal (dinamis), adalah analisa dengan
mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa
saat, sehingga akan diketahui perkembangannya.
2. Analisa Vertikal (stalls), yakni Perbandingan antara
pos-pos yang diliputi periode saja sehingga akan diketahui keadaan keuangan
pada saat itu saja.
Teknik
analisa yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan adalah sebagai
berikut:
a) Analisa perbandingan laporan
keuangan.
b) Trend
c) Laporan dengan persentase per komponen (common
size statement)
d) Analisa sumber dan penggunaan modal
kerja
e) Analisa sumber dan penggunaan kas
f) Analisa rasio
g) Analisa perubahan laba kotor
h) Analisa Break-even
C.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah hasil akhir proses akuntansi. Setiap
transaksi yang dapat diukur dengan nilai uang, dicatat dan diolah sedemikian
rupa, disajikan dalam nilai uang.
Tujuan Laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:
a. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan,
kinerja serta perubahan posisi posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat
bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
b. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama
oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan
dari kejadian masa lalu.
c. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang dilakukan
manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan
kepadanya. Laporan keuangan tersebut disajikan kepada banyak pihak yang
berkepentingan dengan eksistensi perusahaan, contohnya: Manajemen (untuk
mengelola perusahaan), Kreditur (untuk menilai kemungkinan akibat dari pinjaman
yang diberikan), Pemerintah (untuk perpajakan) dan pihak-pihak lainnya.
Fungsi dan Peranan
|
Bentuk Laporan Keuangan
|
PERANAN : sumber
informasi keuangan yang handal
|
NERACA : inf. posisi
aktiva, pasiva dan ekuitas
àaktivitas pendanaan dan penggunaan dana
|
FUNGSI :
|
Investor: menilai
prospek Perusahaan utk keputusan
investasi, terkait resiko dan
hasil
|
kreditor :kebijakan kredit sbg
inf.apakah pinjaman dan bunga dapat dibayarkan tepat waktu
|
Karyawan : negosiasi tenaga kerja termasuk
stabilitas dan profitabilitas
a
|
Pemasok : kebijakan
kredit dan kemampuan melunasi hutang saat jatuh tempo
|
Pemerintah :kebijakan
pajak, statistic ,GNP
|
LAPORAN LABA RUGI : inf.
Pendapatan, beban dan lab/ rugi dalam satu periode
àmengukur kinerja keuangan
|
LAPORAN EKUITAS : inf.
Perubahan pos ekuitas
àidentifikasi alasan perubahan klaim shareholder atas
aktiva perusahaan
|
CATATAN ATAS LAPORAN
KEUANGAN :
Penjelasan atas komponen
dan perkiraan laporan
|
INFORMASI TAMBAHAN :
Laporan manajemen, laporan auditor, infomasi biaya, dll.
|
Masyarakat
: perkembangan kemakmuran perusahaan dan aktivitas perusahaan
|
ARUS KAS : inf. aliran kas masuk atau keluar
à mengukur kemampuan memenuhi kewajibannya
|
Pelanggan : informasi kelangsungan hidup berkaitan
dengan perjanjian jangka panjang
a
|
LAPORAN KEUANGAN
|
LAPORAN KEUANGAN
|
Keterbatasan Laporan Keuangan
a) Laporan keuangan yang dibuat secara
periodik pada dasarnya merupakan laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang
sifatnya sementara;
b) Laporan keuangan menunjukan angka
yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi dasar penyusunannya dengan
standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah;
c) Laporan keuangan tidak dapat
mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan
keuangan perusahaan;
d) Laporan keuangan bersifat historis
yang merupakan laporan kejadian-kejadian di masa lalu atau yang telah lewat;
e) Laporan keuangan itu bersifat umum,
dan bukan untuk memenuhi keperluan tiap-tiap pemakai;
f) Laporan keuangan itu bersifat
konservatif dalam sikapnya menghadapi ketidakpastian;
g) Laporan keuangan lebih menekankan
keadaan yang sebenarya dilihat dari sudut ekonomi daripada berpegang pada
formilnya; dan
h) Laporan keuangan menggunakan
istilah-istilah tekhnis, sering terdapat istilah-istilah yang umum tetapi
diberi pengertian yang khusus.
ILUSTRASI :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar