Selamat Datang di aktifitas penelitian saya, segala sesuatu itu

Sabtu, 10 Mei 2014

Fakultas Ekonomi UMSU



ANALISIS PENURUNAN TARIF PPH BADAN DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN PPH DI KPP MEDAN BARAT

Syafrida Hani
(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)
Harsha Raziqa Daoed
(Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)

ABSTRAK
            Kebijakan pemerintah menurunkan tax rate juga akan menghasilkan efek negatif. Dimana efek negatifnya berupa adanya potensial lost tax revenue dikarenakan apabila penurunan tarif ini tidak sesuai dengan kondisi masyarakat dan wajib pajak badan, akan mengurangi kepatuhan wajib pajak badan sehingga penerimaan pajak ikut berkurang dan  dengan tingkat kepatuhan wajib pajak badan yang sama dengan tarif yang lebih rendah maka penerimaan pajak akan lebih rendah dibandingkan dengan tarif yang lebih tinggi.
            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana untuk menganalisis kebijakan penurunan tarif PPh terutang badan dalam meningkatkan penerimaan PPh pasal 25/29 badan menggunakan indikator kepatuhan berupa jumlah wajib pajak badan terdaftar, jumlah SSP PPh pasal 25/29, jumlah SPT tahunan badan dan jumlah tunggakan wajib pajak badan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan tarif PPh terutang badan belum dapat meningkatkan penerimaan PPh pasal 25/29 badan dikarenakan hanya dapat meningkatkan jumlah wajib pajak terdaftar dalam memperoleh NPWP, akan tetapi tidak diikuti dengan meningkatnya kepatuhan dan kesadaran wajib pajak badan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan yang lain sehingga mengakibatkan indikator lain mengalami penurunan dengan demikian jumlah penerimaan PPh pasal 25/29 badan ikut mengalami penurunan.

Kata Kunci: Penurunan tarif PPh terutang badan, kesadaran wajib pajak, kepatuhan wajib pajak

downloadJurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Vol.14 No.1 Maret 2013

Pengaruh Karakteristik Perusahaan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

 JURNAL  RISET  AKUNTANSI DAN BISNIS
Vol. 10 No. 1/ Maret  2010

PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK
 
 Syafrida Hani
Muhammad Rizal Lubis
                                  (Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)

ABSTRAK

Untuk mengukur tingkat kepatuhan wajib pajak digunakan indikator kepatuhan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 544/KMK.04/2000 Jo 235/KMK.03/2003,  secara umum sudah dijalankan oleh sebagian besar wajib pajak, hanya butir keenam terkait dengan pemeriksaan oleh akuntan publik belum dilaksanakan oleh wajib pajak badan, karena kebanyakan perusahaan yang menjadi objek penelitian ini adalah wajib pajak badan yang menjalankan usaha perorangan.Karakteristik perusahaan yang diwakili oleh ukuran besar perusahaan (size), debt to equity ratio, profitabilitas (ROI) secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak. Secara parsial ukuran perusahaan dan jenis perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak,  sedangkan Debt to equity dan Return on Investment berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak.
Kata Kunci : Kepatuhan wajib pajak, ukuran perusahaan, jenis perusahaan, debt to equity, ROI 


downloadPengaruh Karakteristik Perusahaan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Jumat, 09 Mei 2014

Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Corporate Governance terhadap Pemilihan Akuntansi Konservatif



PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PEMILIHAN AKUNTANSI KONSERVATIF

Oleh

SYAFRIDA HANI
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh karakteristik perusahaan dan corporate governance terhadap pemilihan akuntansi konservatif. Pengujian dilakukandengan regresi logistik karena pemilihan akuntansi konservatisme sebagai variabel dependen berupa variabel dummy yang dikategorikan, pengukurannya menggunakan metode sesuai dengan kebijakan fiscal untuk penilaian persediaan, estimasi masa manfaat, dan metode penyusutan aktiva tetap.
Penelitian ini memperoleh hasil bahwa karakteristik perusahaan yakni ukuran perusahaan yang diproksikan dengan total aset tidak berpengaruh terhadap pemilihan akuntansi konservatif,  leverage yang diproksikan dengan debt to equity ratio berpengaruh negatif signifikan dan pertumbuhan penjualan juga berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pemilihan akuntansi konservatif. Corporate governance yang diproksikan dengan jumlah dewan direktur berpengaruh negatif signifikan terhadap pemilihan akuntansi konservatif, sedangkan jumlah dewan komisaris dinyatakan tidak berpengaruh terhadap pemilihan akuntansi konservatif

Kata Kunci: akuntansi konservatif, ukuran perusahaan, leverage, pertumbuhan penjualan, ukuran dewan direksi, ukuran dewan komisaris


download